Minggu, 09 Maret 2014

Ketukan Malam Pengantin

Ucup baru saja menikah, tetapi tidak tahu caranya berhubungan dengan istrinya pada malam pertama. Kemudian dirinya punya inisiatif untuk bertanya kepada ibunya.

Ucup: Gimana sih caranya berhubungan sex bu?
Ibu: Gampang, kamu tidur di atas dan istrimu tidur di bawahmu

Keesokan harinya

Ucup: Ibu, kasihan semalam istriku digigit banyak nyamuk karena tidur di bawah kolong ranjang

Ibu: Kamu ini memang goblok! Gini caranya, kamu buka baju kamu, kemudian kamu buka baju istrimu, lalu kamu tiduri dia dari atas. Biar mudah Ibu kasih tanda, Ibu dari luar rumah mengetuk pintu. Bila Ibu mengetok sekali, kamu masukkan barang kamu ke dalam barang istri kamu, kalau kedua kali kamu cabut keluar.

Saat malam tiba?

"Tong!" Terdengar suara ketukan tiang listrik. Si Ucup memasukkan barangnya ke dalam barang istrinya. "Tong!" si Ucup mencabut barangnya.

"Tong.. Tong.. Tong.. Tong.. Tong"

"Aduh.. Ibu ngetoknya cepet amat. Tapi gak apa-apa, Enak Gila!" kata Ucup

Paginya?

Ibu: Kamu gimana sih! Semalam ada pencuri masuk rumah kamu, tapi kamu malah keenakan.

Ucup: Yaaah? kirain Ibu yang ketok tiangnya

Janji Mpok Hindun

Mpok Hindun, seorang janda yang telah sekian lama ditinggalkan suaminya. Dia tergolong perempuan hypersex yang saat ini tengah mencari calon suami. Ketika Pak Yadi, dua kampung sebelah hendak melamar dirinya, Mpok Hindun berkata dengan sesumbar, "Kalau kau bisa membuatku puas di malam pertama nanti seluruh hartaku akan kuserahkan padamu!"

Perkawinan pun terjadi, di malam pertama, Pak Yadi memadamkan lampu kamar pengantin lalu mulai melayani gairah Mpok Hindun. Setiap Pak Yadi mencapai puncak kemesraannya, ia langsung ke kamar mandi dengan alasan membersihkan. Keluar dari kamar mandi, ia melayani Mpok Hindun kembali.

Hal itu dilakukan Pak Yadi berkali-kali sampai pagi tiba, sehingga Mpok Hindun akhirnya merasa puas dengan pelayanan Pak Yadi.

"Kau benar-benar pria yang dasyat dan hebat, mas Yadi. Tak kusangka kau bisa memuaskan hatiku. Maka sesuai janjiku, kini seluruh harta kekayaanku kuserahkan padamu, termasuk Dua puluh tiga taksi, lima toko emas, dua buah restaurant dan dua buah Pabrik (Pabrik Tempe dan Pabrik Batu Bata)"

Tiba-tiba dari kamar mandi keluar sepuluh orang pemuda sambil bersorak kegirangan, "Horeeeeeeeee . . . . . . . . ! Kita berhasil!!, Jatahnya kita bagi"

Ternyata Pak Yadi menyimpan sepuluh temannnya di kamar mandi dan bergiliran melayani Mpok Hindun. Orang pertama dan orang terakhir yang melayani Mpok Hindun adalah Pak Yadi.

Hanya Dua Inci: Sepasang muda mudi sedang duduk menikmati udara malam di bawah sebatang pohon yang rindang pada sebuah taman di tengah kota. Malam ini adalah malam pertama mereka

Desi : "Oh, Ronnie, bisepmu besar sekali."

Ronnie : "Ah, biasa saja, Desi. Pada pita pengukur, dia hanya dua puluh dua inci."

Desi : "Wow, bagaimana dengan dadamu ?"

Ronnie : "Terakhir kali saya mengukurnya, pada pita pengukur dia hanya tujuh belas inci."

Desi : "Wow, besar sekali ! Lalu bagaimana dengan . . .

. eh . . . dengan . . . . eh . . . eh maksud saya . . . "

Ronnie : "Maksudmu, anu saya ? Hanya lima inci saja . . . . . "

Desi : "Kau mengukurnya di pita pengukur ?"

Ronnie : "Bukan ! Dia hanya lima inci dari tanah. "

Sudah Pernah Digunting

Wanto baru saja menyelesaikan upacara pernikahannya dengan Tukiyem. Tapi pada malam pertama mereka tidak langsung berhubungan intim, karena lelah sehabis menjalani pesta. Pada malam itu mereka hanya mengisi malam dengan makan bakso di dalam kamar.

Sementara tanpa sepengetahuan mereka, Ibunya Wanto menguping dari balik pintu dan mendengarkan pembicaraan mereka.

Tukiyem: "Mas, sudah dikocok-kocok nggak keluar-keluar. (Sambil mengocok botol sambal)"
Wanto: "Jelas saja, lobangnya kekecilan!"

Tukiyem: "Ya sudah, ujungnya saya gunting saja!"

Ibunya Wanto langsung kaget, mendobrak pintu kamar dan berteriak, "Jangan! dulu sudah pernah digunting!"

Wanto & Tukiyem: **#@##^%&??!!!

Mahasiswa Gokil

Diruang kuliah, seorang dosen senior sedang memarahi mahasiswanya:
Dosen: "menjawab saja tidak becus, eh malah bercanda dan ngobrol seenaknya. Menjawab soal aja juga ga ada yg tahu, jadi percuma aja kuliah ini,Hayo Sekarang yang merasa dungu BERDIRI !!!! " sang dosen membentak. Beberapa menit suasana hening. Tiba-tiba dari bangku belakang seorang mahasiswa berdiri. Dosen: "Jadi kamu yakin betul, kamulah si dungu itu ??? " " Bukan begitu pak, saya cuma tidak tega melihat Bapak berdiri sendiri."

Cerai

Hakim: Kenapa mau bercerai?
Udin: Sudah tidak cocok lagi,
Pak Hakim. Hakim: Kok bisa gak cocok lagi?
Emangnya ukurannya siapa yang merubah